Sunday, November 15, 2009

happy birthday, ma


hari ini bunda ku berulang tahun...
bunda, terima kasih untuk semua cinta dan jutaan sayang mu, untuk setiap tetes peluh dan air mata dari mu, untuk untaian senyum serta tawa mu. bunda tau nggak, kalo bunda itu the finest chef had ever sent from above loh.. dulu waktu aku kecil, aku masih ingat bagaimana teman2ku membanggakan bekal bawaannya dengan mengatakan "ini belinya di sana looohh..", tapi aku selalu bangga setiap kali aku 'pamer' masakan bunda ke mereka. aku bilang, "ini dimasakin sama bunda ku looooh.." sambil pasang gaya tengil. itu karena apapun yang bunda masak selalu enak, walau sering kalimat itu tak terucap untuk mu. bundaku bunda paling sempurna dengan ketidak sempurnaannya. bunda bisa jadi obat paling mujarab saat tak ada satu pun obat di dunia yg bisa menawarkan rasa sakit ku. bundaku bunda yang tangguh, jauh lebih tangguh dari hanya sekedar seorang wonder-woman. dan jauh lebih kuat dari pada super-mom mana pun yg ada di dunia. kalau aku nakal dan bunda hanya diam saja, bukan berarti dia tidak marah padaku. namun, diamnya itu lah yang menamparku untuk sadar secepatnya bahwa dia terlalu sayang padaku untuk bisa memarahiku apalagi sampai memukulku.

hari ini ibu ku berulang tahun...
ibu, maaf kalau selama ini aku tak bisa membahagiakanmu setiap hari. maaf kalau perkataan dan perbuatanku justru sering membuatmu terluka dan menyungkurkanmu di hadapan-Nya dengan deraian air mata. sampai kapan pun aku tau, seumur hidup kebajikan yang pernah ku perbuat untuk mu sekalipun tak akan pernah setara dan berimbang dengan apa yang telah kau lakukan untuk ku, ibu. maaf untuk segala yang pernah kutuntut darimu untuk hidupku, tanpa pernah ku sadari kalau hidupku sudah lebih dari sempurna dengan adanya hadirmu di sisiku. ibu, luka ku selalu terbaca olehmu, tapi tak pernah kurasakan lukamu mengair di wajah tuamu. ibu, keriput di wajahmu membuatku bertanya, berapa sering lagi kau akan terluka karena ulah ku? oh ibu.. seandainya bisa kutebus segala dosaku padamu, ku ingin kau meneteskan air mata bangga dan bahagia, bukannya luka.

hari ini mama ku berulang tahun...
mama, saat aku tau bahwa ibunya telah berpulang, betapa buruntungnya aku masih memilikimu, masih bisa mendengarkan suaramu, masih bisa menangis bersamamu, masih bisa menatap wajahmu. tak pernah sekalipun kubayangkan lukisan hidupku tanpa mu. ma, apa mama juga merasa beruntung memiliki aku? karena aku merasa begitu sempurna menjadi anakmu. tak ada mama lain yg kuinginkan untuk menjadi mama pengganti dirimu. mereka tidak sebaik mama, mereka tidak sepintar mama, mereka pun tidak secinta mama padaku. what more can i ask from you, mom? for everything that's good on me, i owe to you.

Tuhan, hari ini dia berulang tahun...
54 tahun sudah Kau beri dia napas hidup-Mu. dan telah seumur hidupku pula telah Kau genapkan dengan cintanya. Tuhan, andai aku dapat meminta, tolong bahagiakan dia. selimutkan hatinya dengan cinta dari-Mu. Tuhan, terima kasih telah menjadikan dia wanita yang melahirkan dan mencintaiku. Tuhan, aku tidak ingat pernah memberikan kado ulang tahun untuknya, bisakah ku minta kado itu dari-Mu, ya Tuhan ku? apa yang harus kulakukan untuk bisa memberinya kado surga-Mu, Tuhanku?

PS: selamat ulang tahun to my one and only beloved super-wonder-mom :* :* :*

the pic's taken from here, and edited by runnie


*runnie - i love you, mom*

Saturday, November 14, 2009

hati ini siapa yang punya?

kodho kalo saya dengan bangga dan lantang menyebut bahwa ini hati saya, hati milik saya, hati punya saya. namun, tanpa saya sadari kata2 seperti itu justru sering sangat mudah keluar dari mulut saya. saya mulai bertanya, kalau memang ini hati milik saya, kenapa saya tidak punya kuasa untuk membuatnya merasa apa yg otak saya ingin rasakan?! bagaimana bisa saya memaksa hati ini untuk merasa sesuatu yg tidak saya rasakan? bagaimana juga hati ini bisa saya paksa untuk tidak merasakan apa yg sebenarnya saya rasakan? saya tahu dengan sadar-sesadar2nya kalo hati ini punya Tuhan. hanya Tuhan saya yg memiliki kuasa penuh atas apa yg akan saya rasakan dengan hati ini.


Tuhan punya kuasa yg tiada tara untuk membolak balik hati titipan-Nya, whether you like it or not.

namun kondisinya tidak semudah dan se'simple itu. apa yg dikatakan hati kadang (on me, it's mostly) terdistorsi dengan apa yg diinginkan otak. kata orang, antara hati dan otak, pikiran dan prasaan itu idealnya selalu dalam keadaan seimbang. apa yg kurang dalam hati bisa tergenapi oleh apa yg lebih di otak. tapi untuk mencapai posisi seimbang dan ideal itu bukan suatu hal yg sepele, tapi juga bukan berarti itu hal yg gak mungkin. hanya saja, kemungkinan untuk tetap konsisten di track itu lah yg suilit :D.

jadi inget kata2 mantan teman saya dulu... "eh lu ya, coba skali2 kasi porsi banyakan dikit kek buat itu ati benapas, sian tuh keknya dah megap2".. iya saya tau, kekejaman saya terhadap hati titipan ini belum berakhir, dan mungkin masih akan terus berlanjut. selama bertahun2 saya dengan bangganya 'menindas' hati ini dengan jejalan doktrin dari otak untuk selalu berbuat logis. kali ini saya hampir terhantam mundur oleh ketidak-logisan saya sendiri. saat sesuatu menampar saya dengan keras kali ini, saya jadi mempertanyakan, kemana perginya ke'logisan saya selama ini? ya Tuhan... ada apa ini?!! diri yg selalu membanggakan karena memiliki hati yg keras, kali ini collapse seketika saat Sang Pemilik sudah 'memainkan' string nya. iya betul.. Tuhan kayaknya sudah mulai memainkan peranNya lebih banyak disini. tanpa ampun, Dia dengan mudah membalikkan hati ini just exactly like an ark in the gale.

satu tamparan sudah cukup membuat saya menyadari bahwa ini bukan milik saya. ini hanya titipan buat saya, yang harus saya jaga dengan baik, yang nanti suatu saat akan ada 'inspeksi' dari yg punya dan saya harus menyiapkannya dalam kondisi yg terbaik, dan yang kapanpun bisa diambil sama yg punya dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya. satu teguran (seharusnya) juga sudah cukup untuk membangunkan saya dari sistem kolonialisme terhadap hati yang selama ini saya terapkan dengan amat rapi. ini bukan milik saya. ini bukan milik saya. ini bukan milik saya....


PS: Tuhan... ijinkan aku menjadi nahkoda untuk hati titipan-Mu.


*runnie - collapse*

Thursday, November 12, 2009

take for granted

this is another 'lesson-to-learn' for me, or maybe for anybody else too. it took so long for me to know what does it mean. and it also hurted me bad when i was trying to understand it. once i did it the wrong way, now i wanna do it right way (at least right on my way). how? i dont know, but one thing i know is starting from my own self. acceptance is important here. admission is another one.


i need and have to be more and more grateful for everything i had and have. that is acceptance.

when we talk about 'take-for-granted' thing, it doesnt mean that we have to take it all as something that truly fully 'granted'. it's not given that way, but it needs a lot of effort to make it that way. for the reason of differences, i found that not everything could be treated equally. but it has to be treated conditionally. there must be a priority scale on it.

when we talk about acceptance in order to somebody else, maybe it refers to how we deal with their attitude, personality, character, and so on. just if we could deal with all that stuff, then it wont be a problem, right?! but what if we couldnt do that? do we have to force ourself to accept it as it is? in my opinion, that's not acceptance but just another way of fooling yourself. especially when those things turn into something bad or adverse.

ok, if you cant deal with it, just admit it then. no need to force yourself out to accept what your mind-heart-body had refuse. that's silly, you know. it doesnt work no matter how hard you try. the harder you try, the hurter you get. you're not a zombie, you do have heart which can feel any emotions. forcing it into something that it doesnt want to feel, just make it looks like a property, in fact it's not!!! you need to say ENOUGH then get move on. just forget it, because this is not a problem that needs to be solved with a win-win-solution. that's bullshit!! cmon... take it or leave it!!


*runnie - olredi moved on*

Wednesday, October 28, 2009

cita-cita

bicara tentang cita2, saya jadi inget jaman kecil saya dulu dan mungkin jaman kecilnya (hampir) smua orang kalik ya. inget ndak kalo dulu selalu ditanya sama bu guru, "nanti kalo sudah besar, mau jadi apa?". cita2 'pasaran'nya anak TK/SD dulu mah standart banget, kalo nggak njawab polisi, ya tentara.. kalo ndak dokter, ya astronot.. malah sampe ada yg punya cita jadi presiden, dulu. entah deh skarang ybs ends-up dmana dan jadi apa, wallahu alam lah, hihiiii.. tapi yang saya inget banget, saya ndak pernah njawab salah satu dari jawaban di atas atau jawaban lain yg sama 'pasaran'nya dengan jawaban2 tadi. yg ada, saya njawab pengen punya banyak duit, hahahaaaa... *gilak, kecil2 udah matre mode on!! hahahahaaa*.


beberapa waktu yg lalu pun, salah satu dosen saya di pertemuan minggu pertama meminta kami untuk menuliskan apa visi misi hidup kami untuk 5th ke depan. yg ada dipikiran saya saat itu hanya satu, saya ingin jadi staff di PT yg-itu-lah-pokoknya. at least saya ingin membiarkan dan merelakan diri saya diberdayakan oleh pihak lain sebelum nantinya akan saya berdayakan diri saya sendiri. gak ada salahnya untuk mencari asupan modal pertama di 'ladang gembur' sebelum benar2 menanamkan modal di ladang gembur. kenapa saya bilang ladang, karena saya memang pengen jadi petani. iya, p-e-t-a-n-i.. yg nyangkul2 itu.. bener koq, ndak salah kamu nebaknya.. tapi sekarang saya bisa bersyukur dengan jawaban saya, walaupun terlalu umum (gak spesifik), tapi cukup memberikan gambaran luas tentang keinginan saya untuk menjadi siapa, dan seperti apa akan saya pahat hidup yg sudah Tuhan berikan ini untuk saya.

saya pengen punya rumah di daerah pedesaan, walaupun saya suka hidup di kota. saya pengen 'bergaul' dengan alam, walaupun saya juga cinta mati sama mall. namun smua itu justru membuat suatu big-picture di depan saya, gambaran hidup yang benar2 impian, indah, menyenangkan. yah paling ndak, rumah saya nantik ndak di tengah kota yg crowded'nya bikin setress. jauh dari kota pun ndak masalah, asal beneran bawa damai. ndak perlu besar, asal dikelilingi lahan pertanian milik sendiri yg luasnya berhektar2 cukup untuk menampung keluarga inti dan besar beserta bahan2 ransumnya selama bertahun2, hahaha kalo2 pas ada acara keluarga, koyoto lebaran. yg terpenting adalah lahannya. saya bisa punya lahan untuk bercocok tanam sendiri, bebas mau berkreasi nanem apa aja dan mau hire orang brapa aja. nantik kalo udah bisa diberdayakan, baru deh bikin perkebunan kayak punyaknya pak dhe sapa itu yg punya kebon duren sak arat2, warso apa wongso opo sopo ngunu jenenge mbuh.

kalo di games yg di pesbuk itu, ya hampir persis mirip kayak di FT itu lah. punyak lahan tanam yg luas.. punyak rumah dan halamannya yg jugak luas.. ya kayak rumah2 model country-side gitu itu. ntar ada barn'nya, ada kandang sapi sak sapi2nya jugak ada saya ndak mau piara kambing, soalnya lebuse gak umum, huwek. sehari2 kerjaannya nandur terus, kalo ndak ya keliling2 ladang naik traktor nggonceng anak2, hahahaaa... so sweet... lah misuanya mana koq ndak diajak? misuanya ya kerja lah di kantor sana, hahaha... yg mau jadi petani itu kan saya, bukan misua saya nanti, jadi biarkan dia berkarya dan dikaryakan oleh pihak lain. dan saya tinggal nunggu gajinya sambil macul sawahe dewe, hohoho.. >:)

emang mau jadi petani apa? hmmm.. petani sayur/buah aja lah, yang masa tanemnya nggak lama2. lagian kalo buah2an apa sayur2an kan kalo pas mateng bikin gemes, jadi berasa nikmat gitu pas panennya. ya biarpun secara harga gak begitu tinggi, scara ya what-you-give-is-what-you-get kan. gambaran nyatanya sih mungkin kayak mereka2 yg hidup di daerah2 pegunungan, kalo di bandung sini tuh contohnya di daerah lembang. kalo di malang itu kisaran daerah batu ke atas sana.

gpp lah, walo bentar lagi insyaAllah bakal lulus dengan titel sarjana manajemen bisnis telekomunikasi, tapi jadi petani kan gak harus punya titel sarjana pertanian kan. so, genjot teruuuss... visi misi udah dirangkai di life-board, tinggal bismillah'nya aja untuk berusaha, berdoa, dan konsisten terus sama apa yg udah di rencanakan.

PS: ---sedang berdoa dengan sungguh2--- [-o<


*runnie - (calon) petani*