Sunday, April 20, 2008

Live and Learn

Sebuah pembelajaran tidak selalu mengarah atau harus dicari dan ditemukan dalam sebuah buku atau pada sesuatu yang bersifat tertulis, tapi bisa juga didapatkan dimana saja dan darimana saja. Mungkin buku hanya sebuah perantara tertulis yang bisa dengan mudah dibaca untuk dimengerti. Karena mungkin (juga) dengan bantuan buku dan sesuatu yang tertulis yang lain (yang dapat dibaca dengan mudah), kita hanya membutuhkan sedikit dari kerja otak dan a-bit-effort dari segumpal hati yang dimiliki untuk mengolah dan meresapi apa yang kita baca dan yang tampak secara visual pada kedua hal tersebut. Yah...bisa dimaklumi kalau banyak orang lebih memilih cara ini.

Lain lagi ceritanya dengan sebuah pembelajaran yang didapat dengan membaca apa yang sudah tertulis maupun yang sedang dituliskan pada lingkungan sekitar. Sedikit membutuhkan effort yang lebih banyak tentunya. Biarpun begitu, tapi sering kali saya lebih memilih cara kedua ini untuk mendukung dan melanjutkan proses pembelajaran saya. Untuk opini pribadi sih, hal tersebut sangat menarik buat saya.

Membiarkan diri berada di lingkungan baru yang ramai dengan melakonkan diri sebagai seorang pengamat sangat mengasyikan. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari melakukan hal tersebut. Refleksi dari diri sendiri mungkin jadi hal yang mendominasi disini, karena setiap kejadian yang dilihat seperti putaran sebuah film di bioskop pribadi yang menunjukkan atau merefleksikan kejadian yang pernah saya alami, saya lakukan (sengaja ataupun tidak), atau mungkin sesuatu yang nantinya berpotensi untuk saya lakukan di waktu depan saya.

Kadar egoisme yang tinggi tidak dibutuhkan disini, dan itu terkadang jadi masalah yang cukup pelik untuk diri sendiri. Bagaimana cara untuk mengecilkan ego dan kemudian membungkusnya dengan cantik menjadi sebuah pelajaran baru yang bisa dipetik dan digunakan. Lensa pengamatannya pun diusahakan sebisa mungkin untuk dipilih lensa yang paling objektif, biar kesimpulan yang dipilih bukan sebuah kalimat yang menghakimi dari kejadian yang diamati. Tapi merupakan reflektor yang dipakai untuk melihat lagi kembali ke dalam diri sendiri apa yang telah diperbuat, apakan itu suatu kesalahan atau sebuah dukungan positif dari apa yang telah dilakukan. Kalaupun itu sebuah kesalahan, tugas saya selanjutnya adalah meramu sebuah formula penangkal yang ampuh yang nantinya saya gunakan sebagai benteng dari serangan negatif tadi. Tentunya semua itu disusun dengan mempertimbangkan semua aspek baik dan buruknya dari segala sisi.

Sulit memang, tapi justru disitulah tantangannya. Dan selama ini yang saya dapatkan selalu pelajaran yang berharga sekali bagi diri saya sendiri khususnya dan mungkin orang lain juga yang berada didekat saya (mudah-mudahan).


*runnie – I live and I learn!!!*

0 comments: